Menyiapkan bekal sehat bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan penting untuk menjaga energi, meningkatkan konsentrasi, dan kesehatan tubuh. Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang cenderung memilih makanan praktis yang tinggi gula, garam, dan lemak. Padahal, dengan perencanaan sederhana, kita bisa menghadirkan menu bekal yang sehat dan tinggi protein. Bekal yang sehat berupa makanan bergizi seimbang dapat meningkatkan fokus dan mendukung daya tahan tubuh. Selain itu, membawa bekal sendiri juga lebih hemat, higienis dan memungkinkan kita mengontrol kualitas bahan serta cara pengolahannya.
Perencanaan (plan menu) dimulai dari anggaran untuk tiap anak sekali makan sebesar Rp 20.000,-. Seminggu sekali saya belanja ke pasar untuk 5 macam bahan protein, 5 macam sayur dan 3 macam buah-buahan. Jadi anggaran yang dibutuhkan oleh 3 anak untuk bekal dalam 5 hari = Rp 300.000,- Kandungan protein dalam tiap menu sebaiknya 20 gram dari 100 gram ayam/ikan/telur/tahu/tempe.
https://youtu.be/jXjIcIK77q8?si=HqNUje5_DDm33Km2 (link Belanja Menu Keluarga)
Contoh bekal yang saya siapkan untuk anak-anak saya terdiri dari : nasi putih + telur rebus + tumisan tempe + buncis tumis bawang putih disertai buah pepaya. Sumber protein juga bisa diperoleh dari tumisan ayam, tim ikan suwir dan abon sapi yang sangat disukai anak-anak. Selain buncis, bisa juga wortel yang dicincang atau bayem tumis. Untuk buah-buahan selain pepaya, bisa juga diberi semangka atau pisang.

SOP persiapan bekal disiapkan dari malam hari. Untuk sumber protein seperti ayam atau ikan, dimarinasi lalu simpan dalam lemari es, keesokan harinya baru kita masak. Sayuran juga dibersihkan dan dipotong-potong kemudian simpan dalam lemari es, untuk dimasak pagi harinya atau dapat berupa lalapan yang tidak perlu dimasak. Buah-buahan baru disiapkan pagi harinya agar tetap segar. Wadah bekal jangan yang berbahan plastik, tapi gunakan bahan stainless steel untuk kesehatan jangka panjang.
Selain menyiapkan makanan utama, saya juga berusaha lebih selektif dalam memilih camilan untuk anak. Karena sekarang banyak makanan ultra-proses yang kandungan gula, garam, dan bahan tambahannya cukup tinggi. Kalau mau tahu lebih lanjut tentang makanan ultra-proses, bisa cek video ini: https://youtu.be/7A-A_6mN_rg?si=LR5dKofKo5JQO65z (link Makanan Ultra-Process)
Jadi saat anak ingin ngemil, saya usahakan tetap memilih camilan yang lebih sehat, misalnya snack tinggi protein dan rendah gula seperti energy nougat dari Ayoma. Nah, kalo Sobat Ayo-ma mau coba produk snack sehat dari Dapur Ayo-ma, bisa langsung pesan melalui e-commerce kami di: https://ayo-ma.com/shop



No comments yet.